1.
Ontologi
Sain.
Cara kerja dalam memperoleh teori
adalah cara kerja metode ilmiah. Rumus baku metode ilmiah adalah logico-hypothetico-verificatif (buktikan
bahwa itu logis, tarik hipotesis, ajukan bukti empiris). Cara kerja sain adalah
kerja mencari hubungan sebab-akibat / mencari pengaruh sesuatu terhadap yang
lain. Secara garis besarnya sain dibagi menjadi 2 yaitu sain kealaman dan sain
sosial. Lalu ditambah humaniora untuk melengkapi.
2.
Ontologi
Filsafat.
Definisi Poedjawijatna dan
Hasbullah Bakry menjelaskan satu hal yang penting yaitu bahwa filsafat itu
pengetahuan yang diperoleh dari berpikir. Kita tidak cukup hanya dengan
mengatakan filsafat ialah hasil pemikiran yang tidak empiris karena pernyataan
itu memang belum lengkap. Ontologi
mencakup banyak filsafat, mungkin semua filsafat masuk disini, misalnya Logika,
Metafisika, Kosmologi, Teologi, Antropologi, Etika, Estetika, Filsafat
pendidikan, Filsafat Hukum dan lain-lain.
3.
Ontologi
Mistik.
Pengertian secara umum mistik adalah
pengetahuan yang tidak rasional. Pengetahuan mistik ( sebenarnya pengetahuan
yang bersifat mistik ) ialah pengetahuan yang supra-rasional tetapi
kadang-kadang memiliki bukti empiris. Dilihat dari segi sifatnya kita membagi
mistik menjadi dua, yaitu : Mistik biasa adalah mistik berupa kekuatan
tertentu, Mistik magis adalah mistik yang mengandung kekuatan tertentu dan
biasanya untuk mencapai tujuan tertentu. Mistik magis dibagi menjadi dua, yaitu
: Mistik magis putih dan Mistik magis hitam.
Kelompok
7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar